Konsep Proposisi Majemuk
Ekspresi Logika.
Ekspresi logika adalah proposisi-proposisi yang dibangun oleh variabel-variabel logika yang berasal dari pernyataan atau argumen
Contoh : A ® B
Setiap ekspresi logika dapat bersifat atomik atau majemuk tergantung dari variabel proposisional yang membentuknya bersama perangkai logika yang relevan
Contoh :
Jika Dewi rajin belajar, maka ia akan lulus ujian dan ia dapat pergi nonton bioskop.
diubah menjadi variabel proposisional:
A=Dewi rajin belajar
B=Dewi Lulus Ujian
C=Dewi pergi nonton bioskop
Ekspresi Logika:
A ® B ∧ C
Urutan pengerjaaan : (A® B) ∧ C atau A®(B ∧ C) | ® ambigu
Manfaat Skema
- Skema merupakan cara untuk menyederhanakan suatu proposisi majemuk yang rumit, dengan memberi huruf tertentu untuk menggantikan satu sub ekspresi ataupun sub-sub ekspresi.
- Suatu ekspresi logika tertentu, misal (A ∨ B) dapat diganti dengan P, sedangkan (A ∧ B) dapat diganti dengan Q. Jadi P berisi variabel proposisional A dan B, demikian juga dengan Q.
- Dalam hal ini, P maupun Q bukan variabel proposisional.
Contoh:
P= (A ∧ B) dan Q=(A ∨ B)
(P ® Q) = ((A ∧ B) ® (A ∨ B))
Perhatikan:
- Ekspresi apa saja yang berbentuk (¬P) disebut Negasi
- Ekspresi apa saja yang berbentuk (P ∧ Q) disebut Konjungsi
- Ekspresi apa saja yang berbentuk (P ∨ Q) disebut Disjungsi
- Ekspresi apa saja yang berbentuk (P ® Q) disebut Implikasi
- Ekspresi apa saja yang berbentuk (P « Q) disebut Ekuivalensi
- Semua ekspresi atomik adalah fpe (fully parenthisized expression)
- Jika P adalah fpe, demikian juga (¬P)
- Jika P dan Q adalah fpe, demikian juga (P∧Q), (P∨Q), (P®Q) dan (P«Q)
- tidak ada fpe lainnya
Contoh:
1. Jika Dewi lulus sarjana Komputer, orang tuanya akan senang, dan dia dapat segera bekerja, tetapi jika dia tidak lulus, semua usahanya akan sia-sia.
Analisis:
[1.1] Jika Dewi lulus sarjana Komputer, orang tuanya akan senang, dan dia dapat segera bekerja
dengan
[1.2] Jika dia tidak lulus, semua usahanya akan sia-sia.
Sub Proposisi skop kiri:
[1.1.1] Jika Dewi lulus sarjana Komputer
dengan
[1.1.2] Orang tuanya akan senang, dan Dewi dapat segera bekerja.
Sub sub proposisi skop kiri:
[1.1.2.1] Orang tua Dewi akan senang
dengan
[1.1.2.2] Dewi dapat segera bekerja
Sub proposisi skop kanan:
[1.2.1] Jika Dewi tidak lulus
dengan
[1.2.2] semua usaha Dewi akan sia-sia
Parsing
- Teknik memilah-milah kalimat menjadi proposisi-proposisi yang atomik disebut Parsing.
- Hasilnya dapat diwujudkan dalam bentuk Parse Tree.
Parse Tree diubah menjadi fpe sebagai berikut:
A=Dewi lulus sarjana Komputer
B=Orang tua Dewi senang
C=Dewi bekerja
D=Usaha Dewi sia-sia
Pernyataan tersebut ditulis sebagai : (A ® (B ∧ C) ∧ (¬A) ® D)
Contoh:
Jika anda mengambil mata kuliah logika, dan anda tidak memahami tautology, maka anda tidak lulus mata kuliah tersebut.
A=anda mengambil mata kuliah logika
B=anda memahami tautology
C=anda lulus mata kuliah
Ekspresi Logika:
(A ∧ ¬B) ® ¬C
Precedence Rules
Untuk menjaga kebenaran sebuah pernyataan maka setiap operator atau penghubung diberikan aturan yang lebih tinggi.¬ ∧ ∨ ⊕ ® «
Contoh:
¬p ∨ q ≡ (¬p) ∨ q
p ∧ q ∨ r ≡ (p ∧ q) ∨ r
p® q ∨ r ≡ p® (q ∨ r)
p « q® r ≡ p « (q ® r)
Left Associate Rules
untuk operator atau penghubung yang setara digunakan left associate rule dimana operator sebelah kiri punya preedence lebih tinggi.Contoh:
p ∨ q ∨ r ≡ (p ∨ q) ∨ r
p® q ® r ≡ (p®q) ® r
Tautologi, Kontradiksi dan Contingen
Tautology adalah proposisi majemuk yang selalu bernilai true tidak peduli apa nilai kebenaran proposisi penyusunya.Contoh:
p ∨ ¬p [cek tabel kebenarannya]
Kontradiksi adalah proposisi majemuk yang selalu bernilai false tidak peduli apapun
Contoh:
p ∧ ¬p [cek tabel kebenarannya]
Proposisi majemuk selain itu disebut contingencies.